Rabu, 21 Mei 2014

METODE PERHITUNGAN CAMPURAN BETON JOB MIX FORMULA

 METODE PERHITUNGAN CAMPURAN BETON JOB MIX FORMULA


Berdasarkan data hasil pengujian Mix Design Beton mutu K-250 dan K-200 oleh Laboratorium Teknik Sipil Politeknik Negeri Medan, tanggal 27 Pebruari 2007 adalah sebagai berikut:

I.            Beton Mutu K-250
Komposisi campuran per m3 beton:

    Semen    :  390 kg
    Pasir       :  910,58 kg
    Split        :  799,42 kg
    Air          :  225 liter


Pencampuran beton di dalam mixer menggunakan 1 zak semen dengan massa 50 kg/zak. Faktor pembagi campuran adalah 390 : 50 = 7,80
Berdasarkan faktor pembagi maka diketahui komposisi campuran dalam mixer adalah sebagai berikut:

    Semen    :  50 kg
    Pasir       :  116,74 kg
    Split        :  102,49 kg
    Air          :  28,84 liter


Konversi Campuran Material
Takaran yang akan digunakan untuk menakar material adalah:
o   Box papan untuk menakar pasir dan split ke dalam mixer memiliki dimensi panjang x lebar x tinggi = 50 cm x 30 cm x 20 cm.
o   Ember plastik untuk menakar air memiliki dimensi diameter atas, diameter bawah, tinggi = 23 cm, 16 cm, 17 cm. Volume ember plastik adalah ((LAtas+LBawah):2) x Tinggi = (415,26+200,96):2 x 17 = 5.237 cm3 = 5,237 liter.
Massa material dalam 1 box papan adalah:

    Pasir       :  33,5 kg
    Split        :  35,5 kg


Maka dalam satu kali pencampuran di dalam mixer untuk beton mutu K-250 digunakan formula sebagai berikut:
*      Semen  : 1 zak
*      Pasir     : 3,48 box » 3,5 box
*      Split     : 2,88 box » 3 box
*      Air       : 5.5 ember






II.            Beton Mutu K-200
Komposisi campuran per m3 beton:

    Semen    :  336,12 kg
    Pasir       :  976,75 kg
    Split        :  840,46 kg
    Air          :  201,67 liter


Pencampuran beton di dalam mixer menggunakan 1 zak semen dengan massa 50 kg/zak. Faktor pembagi campuran adalah 336,12 : 50 = 6,72
Berdasarkan faktor pembagi maka diketahui komposisi campuran dalam mixer adalah sebagai berikut:

    Semen    :  50 kg
    Pasir       :  145,35 kg
    Split        :  125 kg
    Air          :  30 liter


Konversi Campuran Material
Takaran yang akan digunakan untuk menakar material adalah:
o   Box papan untuk menakar pasir dan split ke dalam mixer memiliki dimensi panjang x lebar x tinggi = 53 cm x 35 cm x 20 cm.
o   Ember plastik untuk menakar air memiliki dimensi diameter atas, diameter bawah, tinggi = 23 cm, 16 cm, 17 cm. Volume ember plastik adalah ((LAtas+LBawah):2) x Tinggi = (415,26+200,96):2 x 17 = 5.237 cm3 = 5,237 liter.
Massa material dalam 1 box papan adalah:

    Pasir       :  33,5 kg
    Split        :  35,5 kg


Maka dalam satu kali pencampuran di dalam mixer untuk beton mutu K-200 digunakan formula sebagai berikut:
*      Semen  : 1 zak
*      Pasir     : 4,33 box » 4 box
*      Split     : 3,52 box » 3,5 box
*      Air       : 6 ember

Senin, 28 April 2014

PONDASI

Mengapa Pondasi Rumah Saya bisa Turun ya?

Pernahkah Anda merasa bahwa rumah yang dihuni sekarang ini semakin turun dari posisi awalnya?  Seperti amblas dan lebih rendah dari jalan atau bahkan kebanjiran, padahal sedari dulu rumah bahkan tak pernah tergenang air. Mengapa hal itu bisa terjadi?
Penyebabnya bisa saja karena jalan di depan rumah anda ditinggikan tapi Anda tidak menghiraukannya. Bisa jadi karena lahan di rumah Anda mulai turun karena pergerakan tanah di daerah Anda.Apapun alasannya, Anda perlu tahu bahwa pondasi rumah adalah yang terpenting. Pondasi sebagai kekuatan struktur rumah mempunyai fungsi yang paling utama untuk menahan beban bangunan.
Pondasi dibuat pada saat paling awal dalam mendirikan rumah, tetapi kekuatan dan ketepatannya menjadi yang terpenting selama sebuah rumah berdiri. Karena fungsi yang penting tersebut, pengerjaan pondasi harus dikerjakan dengan tepat dan cermat. 

Gambar 1. Konstruksi pondasi berjarak 1,5 meter antara pondasi hingga sloof
( Sumber : developerdan kontraktor.blogspot.com )

Menurut penuturan Arsitek Simon Yusuf dari Twenty Four Architecture, yang perlu diperhatikan saat menentukan pondasi rumah tak sekedar dari kekuatannya. Ternyata posisi di mana pondasi dan lantai dasar bangunan berpengaruh pada efektivitas struktur dan kekuatannya. Ketinggian lantai yang diukur dari pondasi yang dinilai ideal adalah berjarak 1,5 meter dari permukaan jalan.
Di antara jarak tersebut terdapat hal-hal teknis yang harus diperhatikan, seperti contohnya spare tersebut harus cukup untuk jaringan utilitas seperti pipa air bersih, pembuangan septictank, agar tak berhimpitan maupun bertumpukan dengan struktur pengikat pondasi. Hal ini biasanya terlupakan dalam perancangan rumah baru, sehingga pada waktu penurunan tanah dan bangunan menjadi turun, sloof pengikat pondasi dapat menindih jaringan pipa dan merusaknya.
Tentu saja akan berakibat fatal ketika rumah telah dihuni. Lagipula dengan ketinggian rumah yang demikian, hunian akan terkesan menjadi yang utama dari jalan.Kemudian muncul pertanyaan selanjutnya. Lantas, dengan ketinggian yang cukup signifikan tersebut bukankah akibatnya rumah akan menjadi boros ruang? Bagaimanakah bisa menyiasatinya?
Ternyata spare 1,5 meter tersebut oleh beliau dialokasikan dengan cerdas pada bagian teras menjadi transisi sesaat sebelum memasuki rumah.
Selain itu, dengan ketinggian yang demikian, ruangan dalam rumah dapat dibuat menjadi lebih tinggi dan tetap proporsional, baik dilihat dari luar maupun ketika sudah berada di dalam ruangan rumah. Sementara untuk bagian servis seperti garasi, dengan penambahan ketinggian bangunan hingga 1,5 meter akan memungkinkan permainan split level yaitu untuk area garasi.
Penambahan tersebut sangatlah cukup untuk menggandakan fungsi penyimpanan (storage area), kamar pembantu, beserta kamar mandinya. “Fungsional sekaligus menjadi ciri khas desain saya,” ujar beliau.

sumber : membangunbersama.com

Follower

Komentar Anda

BuyBlogReviews.com