Latest Products

METODE PERHITUNGAN CAMPURAN BETON JOB MIX FORMULA

 METODE PERHITUNGAN CAMPURAN BETON JOB MIX FORMULA


Berdasarkan data hasil pengujian Mix Design Beton mutu K-250 dan K-200 oleh Laboratorium Teknik Sipil Politeknik Negeri Medan, tanggal 27 Pebruari 2007 adalah sebagai berikut:

I.            Beton Mutu K-250
Komposisi campuran per m3 beton:

    Semen    :  390 kg
    Pasir       :  910,58 kg
    Split        :  799,42 kg
    Air          :  225 liter


Pencampuran beton di dalam mixer menggunakan 1 zak semen dengan massa 50 kg/zak. Faktor pembagi campuran adalah 390 : 50 = 7,80
Berdasarkan faktor pembagi maka diketahui komposisi campuran dalam mixer adalah sebagai berikut:

    Semen    :  50 kg
    Pasir       :  116,74 kg
    Split        :  102,49 kg
    Air          :  28,84 liter


Konversi Campuran Material
Takaran yang akan digunakan untuk menakar material adalah:
o   Box papan untuk menakar pasir dan split ke dalam mixer memiliki dimensi panjang x lebar x tinggi = 50 cm x 30 cm x 20 cm.
o   Ember plastik untuk menakar air memiliki dimensi diameter atas, diameter bawah, tinggi = 23 cm, 16 cm, 17 cm. Volume ember plastik adalah ((LAtas+LBawah):2) x Tinggi = (415,26+200,96):2 x 17 = 5.237 cm3 = 5,237 liter.
Massa material dalam 1 box papan adalah:

    Pasir       :  33,5 kg
    Split        :  35,5 kg


Maka dalam satu kali pencampuran di dalam mixer untuk beton mutu K-250 digunakan formula sebagai berikut:
*      Semen  : 1 zak
*      Pasir     : 3,48 box » 3,5 box
*      Split     : 2,88 box » 3 box
*      Air       : 5.5 ember






II.            Beton Mutu K-200
Komposisi campuran per m3 beton:

    Semen    :  336,12 kg
    Pasir       :  976,75 kg
    Split        :  840,46 kg
    Air          :  201,67 liter


Pencampuran beton di dalam mixer menggunakan 1 zak semen dengan massa 50 kg/zak. Faktor pembagi campuran adalah 336,12 : 50 = 6,72
Berdasarkan faktor pembagi maka diketahui komposisi campuran dalam mixer adalah sebagai berikut:

    Semen    :  50 kg
    Pasir       :  145,35 kg
    Split        :  125 kg
    Air          :  30 liter


Konversi Campuran Material
Takaran yang akan digunakan untuk menakar material adalah:
o   Box papan untuk menakar pasir dan split ke dalam mixer memiliki dimensi panjang x lebar x tinggi = 53 cm x 35 cm x 20 cm.
o   Ember plastik untuk menakar air memiliki dimensi diameter atas, diameter bawah, tinggi = 23 cm, 16 cm, 17 cm. Volume ember plastik adalah ((LAtas+LBawah):2) x Tinggi = (415,26+200,96):2 x 17 = 5.237 cm3 = 5,237 liter.
Massa material dalam 1 box papan adalah:

    Pasir       :  33,5 kg
    Split        :  35,5 kg


Maka dalam satu kali pencampuran di dalam mixer untuk beton mutu K-200 digunakan formula sebagai berikut:
*      Semen  : 1 zak
*      Pasir     : 4,33 box » 4 box
*      Split     : 3,52 box » 3,5 box
*      Air       : 6 ember
 METODE PERHITUNGAN CAMPURAN BETON JOB MIX FORMULA


Berdasarkan data hasil pengujian Mix Design Beton mutu K-250 dan K-200 oleh Laboratorium Teknik Sipil Politeknik Negeri Medan, tanggal 27 Pebruari 2007 adalah sebagai berikut:

I.            Beton Mutu K-250
Komposisi campuran per m3 beton:

    Semen    :  390 kg
    Pasir       :  910,58 kg
    Split        :  799,42 kg
    Air          :  225 liter


Pencampuran beton di dalam mixer menggunakan 1 zak semen dengan massa 50 kg/zak. Faktor pembagi campuran adalah 390 : 50 = 7,80
Berdasarkan faktor pembagi maka diketahui komposisi campuran dalam mixer adalah sebagai berikut:

    Semen    :  50 kg
    Pasir       :  116,74 kg
    Split        :  102,49 kg
    Air          :  28,84 liter


Konversi Campuran Material
Takaran yang akan digunakan untuk menakar material adalah:
o   Box papan untuk menakar pasir dan split ke dalam mixer memiliki dimensi panjang x lebar x tinggi = 50 cm x 30 cm x 20 cm.
o   Ember plastik untuk menakar air memiliki dimensi diameter atas, diameter bawah, tinggi = 23 cm, 16 cm, 17 cm. Volume ember plastik adalah ((LAtas+LBawah):2) x Tinggi = (415,26+200,96):2 x 17 = 5.237 cm3 = 5,237 liter.
Massa material dalam 1 box papan adalah:

    Pasir       :  33,5 kg
    Split        :  35,5 kg


Maka dalam satu kali pencampuran di dalam mixer untuk beton mutu K-250 digunakan formula sebagai berikut:
*      Semen  : 1 zak
*      Pasir     : 3,48 box » 3,5 box
*      Split     : 2,88 box » 3 box
*      Air       : 5.5 ember






II.            Beton Mutu K-200
Komposisi campuran per m3 beton:

    Semen    :  336,12 kg
    Pasir       :  976,75 kg
    Split        :  840,46 kg
    Air          :  201,67 liter


Pencampuran beton di dalam mixer menggunakan 1 zak semen dengan massa 50 kg/zak. Faktor pembagi campuran adalah 336,12 : 50 = 6,72
Berdasarkan faktor pembagi maka diketahui komposisi campuran dalam mixer adalah sebagai berikut:

    Semen    :  50 kg
    Pasir       :  145,35 kg
    Split        :  125 kg
    Air          :  30 liter


Konversi Campuran Material
Takaran yang akan digunakan untuk menakar material adalah:
o   Box papan untuk menakar pasir dan split ke dalam mixer memiliki dimensi panjang x lebar x tinggi = 53 cm x 35 cm x 20 cm.
o   Ember plastik untuk menakar air memiliki dimensi diameter atas, diameter bawah, tinggi = 23 cm, 16 cm, 17 cm. Volume ember plastik adalah ((LAtas+LBawah):2) x Tinggi = (415,26+200,96):2 x 17 = 5.237 cm3 = 5,237 liter.
Massa material dalam 1 box papan adalah:

    Pasir       :  33,5 kg
    Split        :  35,5 kg


Maka dalam satu kali pencampuran di dalam mixer untuk beton mutu K-200 digunakan formula sebagai berikut:
*      Semen  : 1 zak
*      Pasir     : 4,33 box » 4 box
*      Split     : 3,52 box » 3,5 box
*      Air       : 6 ember
Detail

PONDASI

Mengapa Pondasi Rumah Saya bisa Turun ya?

Pernahkah Anda merasa bahwa rumah yang dihuni sekarang ini semakin turun dari posisi awalnya?  Seperti amblas dan lebih rendah dari jalan atau bahkan kebanjiran, padahal sedari dulu rumah bahkan tak pernah tergenang air. Mengapa hal itu bisa terjadi?
Penyebabnya bisa saja karena jalan di depan rumah anda ditinggikan tapi Anda tidak menghiraukannya. Bisa jadi karena lahan di rumah Anda mulai turun karena pergerakan tanah di daerah Anda.Apapun alasannya, Anda perlu tahu bahwa pondasi rumah adalah yang terpenting. Pondasi sebagai kekuatan struktur rumah mempunyai fungsi yang paling utama untuk menahan beban bangunan.
Pondasi dibuat pada saat paling awal dalam mendirikan rumah, tetapi kekuatan dan ketepatannya menjadi yang terpenting selama sebuah rumah berdiri. Karena fungsi yang penting tersebut, pengerjaan pondasi harus dikerjakan dengan tepat dan cermat.

Gambar 1. Konstruksi pondasi berjarak 1,5 meter antara pondasi hingga sloof
( Sumber : developerdan kontraktor.blogspot.com )

Menurut penuturan Arsitek Simon Yusuf dari Twenty Four Architecture, yang perlu diperhatikan saat menentukan pondasi rumah tak sekedar dari kekuatannya. Ternyata posisi di mana pondasi dan lantai dasar bangunan berpengaruh pada efektivitas struktur dan kekuatannya. Ketinggian lantai yang diukur dari pondasi yang dinilai ideal adalah berjarak 1,5 meter dari permukaan jalan.
Di antara jarak tersebut terdapat hal-hal teknis yang harus diperhatikan, seperti contohnya spare tersebut harus cukup untuk jaringan utilitas seperti pipa air bersih, pembuangan septictank, agar tak berhimpitan maupun bertumpukan dengan struktur pengikat pondasi. Hal ini biasanya terlupakan dalam perancangan rumah baru, sehingga pada waktu penurunan tanah dan bangunan menjadi turun, sloof pengikat pondasi dapat menindih jaringan pipa dan merusaknya.
Tentu saja akan berakibat fatal ketika rumah telah dihuni. Lagipula dengan ketinggian rumah yang demikian, hunian akan terkesan menjadi yang utama dari jalan.Kemudian muncul pertanyaan selanjutnya. Lantas, dengan ketinggian yang cukup signifikan tersebut bukankah akibatnya rumah akan menjadi boros ruang? Bagaimanakah bisa menyiasatinya?
Ternyata spare 1,5 meter tersebut oleh beliau dialokasikan dengan cerdas pada bagian teras menjadi transisi sesaat sebelum memasuki rumah.
Selain itu, dengan ketinggian yang demikian, ruangan dalam rumah dapat dibuat menjadi lebih tinggi dan tetap proporsional, baik dilihat dari luar maupun ketika sudah berada di dalam ruangan rumah. Sementara untuk bagian servis seperti garasi, dengan penambahan ketinggian bangunan hingga 1,5 meter akan memungkinkan permainan split level yaitu untuk area garasi.
Penambahan tersebut sangatlah cukup untuk menggandakan fungsi penyimpanan (storage area), kamar pembantu, beserta kamar mandinya. “Fungsional sekaligus menjadi ciri khas desain saya,” ujar beliau.

sumber : membangunbersama.com

Mengapa Pondasi Rumah Saya bisa Turun ya?

Pernahkah Anda merasa bahwa rumah yang dihuni sekarang ini semakin turun dari posisi awalnya?  Seperti amblas dan lebih rendah dari jalan atau bahkan kebanjiran, padahal sedari dulu rumah bahkan tak pernah tergenang air. Mengapa hal itu bisa terjadi?
Penyebabnya bisa saja karena jalan di depan rumah anda ditinggikan tapi Anda tidak menghiraukannya. Bisa jadi karena lahan di rumah Anda mulai turun karena pergerakan tanah di daerah Anda.Apapun alasannya, Anda perlu tahu bahwa pondasi rumah adalah yang terpenting. Pondasi sebagai kekuatan struktur rumah mempunyai fungsi yang paling utama untuk menahan beban bangunan.
Pondasi dibuat pada saat paling awal dalam mendirikan rumah, tetapi kekuatan dan ketepatannya menjadi yang terpenting selama sebuah rumah berdiri. Karena fungsi yang penting tersebut, pengerjaan pondasi harus dikerjakan dengan tepat dan cermat.

Gambar 1. Konstruksi pondasi berjarak 1,5 meter antara pondasi hingga sloof
( Sumber : developerdan kontraktor.blogspot.com )

Menurut penuturan Arsitek Simon Yusuf dari Twenty Four Architecture, yang perlu diperhatikan saat menentukan pondasi rumah tak sekedar dari kekuatannya. Ternyata posisi di mana pondasi dan lantai dasar bangunan berpengaruh pada efektivitas struktur dan kekuatannya. Ketinggian lantai yang diukur dari pondasi yang dinilai ideal adalah berjarak 1,5 meter dari permukaan jalan.
Di antara jarak tersebut terdapat hal-hal teknis yang harus diperhatikan, seperti contohnya spare tersebut harus cukup untuk jaringan utilitas seperti pipa air bersih, pembuangan septictank, agar tak berhimpitan maupun bertumpukan dengan struktur pengikat pondasi. Hal ini biasanya terlupakan dalam perancangan rumah baru, sehingga pada waktu penurunan tanah dan bangunan menjadi turun, sloof pengikat pondasi dapat menindih jaringan pipa dan merusaknya.
Tentu saja akan berakibat fatal ketika rumah telah dihuni. Lagipula dengan ketinggian rumah yang demikian, hunian akan terkesan menjadi yang utama dari jalan.Kemudian muncul pertanyaan selanjutnya. Lantas, dengan ketinggian yang cukup signifikan tersebut bukankah akibatnya rumah akan menjadi boros ruang? Bagaimanakah bisa menyiasatinya?
Ternyata spare 1,5 meter tersebut oleh beliau dialokasikan dengan cerdas pada bagian teras menjadi transisi sesaat sebelum memasuki rumah.
Selain itu, dengan ketinggian yang demikian, ruangan dalam rumah dapat dibuat menjadi lebih tinggi dan tetap proporsional, baik dilihat dari luar maupun ketika sudah berada di dalam ruangan rumah. Sementara untuk bagian servis seperti garasi, dengan penambahan ketinggian bangunan hingga 1,5 meter akan memungkinkan permainan split level yaitu untuk area garasi.
Penambahan tersebut sangatlah cukup untuk menggandakan fungsi penyimpanan (storage area), kamar pembantu, beserta kamar mandinya. “Fungsional sekaligus menjadi ciri khas desain saya,” ujar beliau.

sumber : membangunbersama.com

Detail

cara menghitung volume material pondasi

Berikut ini cara menghitung volume material pondasi batu kali, Pondasi digunakan sebagai penahan rumah atau bangunan sehingga konstruksi dapat berdiri kokoh di atasnya. pada saat akan membuat pondasi kita berpikir berapa material yang akan dibutuhkan, sehingga dapat dipersiapkan sebelumnya :-)
misalnya pondasi batu kali dengan gambar berbentuk seperti ini:
Bentuk trapesium dengan panjang total pondasi adalah 35 m’ lebar atas pondasi 30 cm sedangkan lebar bawah pondasi 60 cm dan tinggi 70 cm
pertama kali kita lihat item pekerjaan yang ada pada pekerjaan pondasi tersebut yaitu:
  1. Pekerjaan Bowplank
  2. Pekerjaan galian tanah
  3. pekerjaan urugan pasir
  4. Pekerjaan pasangan pondasi batu kali 1:5
berikutnya adalah mengitung volume tiap item pekerjaan

Pekerjaan Bowplank
volumenya 35 m’
kayu = 0.01 m3 x 35 = 0.35 m3
paku 0.02kg x35 = 0.7 kg dibulatkan 1 kg
Bowplank ini digunakan untuk pengukuran dan kesikuan letak pondasi agar sesuai dengan perencanaan.
Pekerjaan galian tanah
volume galian tanah = ((0.6+0.9)/2)x0.75= 0.5625
volume total galian tanh=0.5625  x35=19.6875 m3
“tidak membutuhkan material” pada situasi tertentu yang mengalami kesulitan dalam melakukan pembuangan hasil galian tanah maka diperlukan upaya khusus dalam mengatasinya seperti merencanakan suatu area konstruksi yang memerlukan urugan tanah :-) hal ini biasa disebut sebagai cutting fill.

Pekerjaan urugan pasir
Volume urugan pasir = 0.6×0.05 = 0.09
volume total pasir= 0.09 x35 = 3.15
pasir urug = 1.05 m3 x 3.15 = 3.3075 m3
Jumlah pasir 1 truck rata-rata adalah 4m3 jadi kita bisa membeli satu truck pasir untuk pekerjaan pondasi tersebut, namun masing-masing truck mempunyai volume yang berbeda-beda.

Pekerjaan Pasangan batu kali 1:5
Luas penampang trapesium pasangan batu kali =((0.6+0.3)/2)x0.7= 0.315 m2
volume total pasangan batu kali =0.315 x35 = 11.025 m3
batu kali = 1.2 m3 x 11.025 = 13.23 m3
Pasir = 0.54 m3 x 11.025 = 5.9535 m3
Semen = 2.68 zak x 11.025 = 29.547 zak dibulatkan 30 zak

Pekerjaan urugan tanah kembali
volume urugan tanah kembali = 19.6875 – 11.025 – 3.3075
“tanah diambil dari bekas galian”
jadi menurut perhitungan di atas maka volume material yang dibutuhkan adalah
  • pasir = 3.3075 + 5.9563 = 9.2638
  • batu kali = 13.23 m3
  • semen = 30 zak
  • paku =  1 kg
  • papan bowplank = 0.35 m3
nah setelah itu tinggal ke toko deh.. belanja tuh material untuk pelaksanaan pembangunan pondasi batu kali.. he.. :D
Ilmu Sipil 

Berikut ini cara menghitung volume material pondasi batu kali, Pondasi digunakan sebagai penahan rumah atau bangunan sehingga konstruksi dapat berdiri kokoh di atasnya. pada saat akan membuat pondasi kita berpikir berapa material yang akan dibutuhkan, sehingga dapat dipersiapkan sebelumnya :-)
misalnya pondasi batu kali dengan gambar berbentuk seperti ini:
Bentuk trapesium dengan panjang total pondasi adalah 35 m’ lebar atas pondasi 30 cm sedangkan lebar bawah pondasi 60 cm dan tinggi 70 cm
pertama kali kita lihat item pekerjaan yang ada pada pekerjaan pondasi tersebut yaitu:
  1. Pekerjaan Bowplank
  2. Pekerjaan galian tanah
  3. pekerjaan urugan pasir
  4. Pekerjaan pasangan pondasi batu kali 1:5
berikutnya adalah mengitung volume tiap item pekerjaan

Pekerjaan Bowplank
volumenya 35 m’
kayu = 0.01 m3 x 35 = 0.35 m3
paku 0.02kg x35 = 0.7 kg dibulatkan 1 kg
Bowplank ini digunakan untuk pengukuran dan kesikuan letak pondasi agar sesuai dengan perencanaan.
Pekerjaan galian tanah
volume galian tanah = ((0.6+0.9)/2)x0.75= 0.5625
volume total galian tanh=0.5625  x35=19.6875 m3
“tidak membutuhkan material” pada situasi tertentu yang mengalami kesulitan dalam melakukan pembuangan hasil galian tanah maka diperlukan upaya khusus dalam mengatasinya seperti merencanakan suatu area konstruksi yang memerlukan urugan tanah :-) hal ini biasa disebut sebagai cutting fill.

Pekerjaan urugan pasir
Volume urugan pasir = 0.6×0.05 = 0.09
volume total pasir= 0.09 x35 = 3.15
pasir urug = 1.05 m3 x 3.15 = 3.3075 m3
Jumlah pasir 1 truck rata-rata adalah 4m3 jadi kita bisa membeli satu truck pasir untuk pekerjaan pondasi tersebut, namun masing-masing truck mempunyai volume yang berbeda-beda.

Pekerjaan Pasangan batu kali 1:5
Luas penampang trapesium pasangan batu kali =((0.6+0.3)/2)x0.7= 0.315 m2
volume total pasangan batu kali =0.315 x35 = 11.025 m3
batu kali = 1.2 m3 x 11.025 = 13.23 m3
Pasir = 0.54 m3 x 11.025 = 5.9535 m3
Semen = 2.68 zak x 11.025 = 29.547 zak dibulatkan 30 zak

Pekerjaan urugan tanah kembali
volume urugan tanah kembali = 19.6875 – 11.025 – 3.3075
“tanah diambil dari bekas galian”
jadi menurut perhitungan di atas maka volume material yang dibutuhkan adalah
  • pasir = 3.3075 + 5.9563 = 9.2638
  • batu kali = 13.23 m3
  • semen = 30 zak
  • paku =  1 kg
  • papan bowplank = 0.35 m3
nah setelah itu tinggal ke toko deh.. belanja tuh material untuk pelaksanaan pembangunan pondasi batu kali.. he.. :D
Ilmu Sipil 
Detail

CARA PENGERJAAN PONDASI

Pondasi adalah salah satu komponen penting dalam bangunan yang merupakan struktur penting dan berposisi distruktur paling bawah. dimana fungsinya untuk menerima beban bangunan dan beban bangunan tersebut diteruskan ke tanah dasar. Pondasi banyak jenisnya, penggunannya tergantung dari bangunan yang dibuat serta kontur tanah pada tempat itu.
Pada tulisan ini akan dibahas mengenai jenis pondasi pasangan batu kali, jenis pondasi pasangan batu kali ini biasanya dugunakan untuk konstruksi bangunan dengan 1 lantai. Dimana jenis bebannya  mulai dari dinding sampai dengan atap genting dengan kondisi tanahnya yang bagus.

A.  Komposisi Pasangan
  1. Urugan pasir pada bagian bawah pondasi dengan ketebalan 10 cm
  2. Pasangan batu aanstamping atau batu kosong dengan ketebalan 20 cm diatas urugan pasir tadi.
  3. Pasangan batu kali bentuk trapesium dengan campuran batu kali + pasir + semen PC, untuk tinggi pondasi 1 m sampai dengan 1,5 m tergantung dari kondisi tanah dan tekstur tanahnya.
  4. Lebar atas pondasi minimun 25 cm, dan lebar bawah tergantung ketinggian dari pondasi tersebut. Artinya makin tinggi pondasi makin lebar ukuran bagian bawah pondasi tersebut.
 B. Tahapan Dalam Pelaksanaan 
Pekerjaan Tanah
  1. Pembongkaran dan Pembersihan lokasi atau lapangan yang akan di gali misalkan pembuangan rumput atau tanah, sampah, bahan lainnya yang mengganggu, menebang pohon-pohon dan mencabut akarnya serta membuang keluar lokasi supaya di dalam pengerjaannya lancar.
  2. penggalian tanah untuk pondasi disesuai dengan ukuran yang ada dalam gambar kerja atau penggalian pondasi tersebut harus sampai pada tanah keras. Apabila diperlukan untuk memadatkan daya dukung yang baik, dasar galian harus dipadatkan atau ditumbuk.
  3. Jika galian melebihi batas kedalaman harus menimbun kembali dan dipadatkan sampai kepadatan yang maksimum.
  4. Hasil galian yang dipakai untuk penimbunan harus diangkat langsung ketempat yang direncanakan . Sedangkan hasil galian yang tidak dapat dipakai untuk penimbunan harus disingkirkan.
  5. Harga satuan pekerjaan harus sudah mencakup semua biaya pekerjaan-pekerjaan, pembersihan, sewa alat, penimbunan dan pembuangan hasil galian.
 Pekerjaan Pondasi
  1. Pondasi untuk bangunan yang digunakan adalah  pondasi batu kali yang memenuhi persyaratan teknisatau sesuai dengan kondisi di lapanagan.
  2. Pasangan pondasi adalah dari batu kali, dengan ukuran pondasi sesuai dengan gambar rencana pondasi.dengan  bagian  bawah  pondasi dipasang batu kosong atau aanstamping setebal 20 cm dengan sela- selanya disisi  pasir urug, disiram air sampai Penuh dan ditumbuk hingga padat dan rata.
  3. Celah–celah yang besar antara batu diisi dengan batu kecil yang cocok padatnya.
  4. Pasangan pondasi batu kali tidak saling bersentuhan  dan selalu  ada perekat diantaranya hinga rapat.
  5. Pada pasangan batu kali sudah harus disiapkan anker besi untuk kolom, kedalaman anker 30 cm harus dicor dan panjang besi yang muncul diatasnya minimal 75 cm.
C.  Perhitungan Pondasi Batu Kali
Untuk menghitung pondasi batu kali sangatlah mudah, misalkan total panjang pondasi batu kali 80 meter. Maka kia hitung luas penampang pondasi batu kali tersebut dengan cara sebagai berikut :
Rumus yang digunakan adalah (0,7 + 0,25)/2 x 0,7 = 0,33 m2,
Maka didapat volume pasangan pondasi = 0,33 m2 x 80 m = 26,4 m3.
Maka material yang dibutuhkan adalah :
Campuran 1 semen : 3 Pasir
1.  Batu kali = 26,4 m3 x 1,2 = 31,68 m3
2.  Semen = 26,4 m3 x 202 kg = 5332,8 kg (pc 40kg = 133,32 zak atau pc 50 kg = 106,656 zak). 
Campuran 1 semen : 4 Pasir
1.  Batu kali = 26,4 m3 x 1,2 = 31,68 m3
2.  Semen = 26,4 m3 x 163 kg = 4303,2 kg (pc 40 kg = 107,58 zak pc 50 kg = 86,064 zak).
Campuran 1 semen : 5 Pasir
1.  Batu kali = 26,4 m3 x 1,2 = 31,68 m3
2.  Semen = 26,4 m3 x 136 kg = 3590,4 kg (pc 40 kg = 89,76 zak, pc 50 kg = 71,808 zak).
Campuran 1 semen : 6 Pasir
1.  Batu kali = 26,4 m3 x 1,2 = 31,68 m3
2.  Semen = 26,4 m3 x 117 kg = 3088,8 kg (pc 40 kg = 77,22 zak, pc 50 kg = 61,776 zak).
Campuran 1 semen : 8 Pasir
1.  Batu kali = 26,4 m3 x 1,2 = 31,68 m3
2.  Semen = 26,4 m3 x 91 kg = 2402,4 kg (pc 40 kg = 60,06 zak, pc 50 kg = 48,048 zak )
Kebutuhan Tenaga
1.  Pekerja = 26,4 m3 x 1,5 = 39,6 OH
2.  Tukang = 26,4 m3 x 0,6 = 15,84 OH
3.  Kep.Tkg = 26,4 m3 x 0,06 = 1,59 OH
4.  Mandor = 26,4 m3 x 0,075= 1,98 OH
 
Dalam menyelesaikan pekerjaan pemasangan pondasi batu kali tersebut kita bisa menentukan lamanya waktu yang dibutuhkan serta jumlah tenaga yang dibutuhkan.Dan analisa tersebut kita bisa dijadikan sebagai  pedoman biaya untuk patokan harga borongan. Untuk merencanakan pelaksanaan membangun rumah pelaksanaannya menggunakan tenaga harian, maka kita dapat memperkirakan berapa jumlah pekerja dan tukang yg digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan bangunan rumah tersebut dalam waktu yg sudah ditentukan.

Contoh Perhitungan :
Misalkan dalam perhitungan analisa diatas tadi, untuk menyelesaikan pekerjaan pemasangan pondasi batu kali ditentukan waktu 10 hari kerja,
Maka pekerja yang dibutuhakan 39,4/10 = 3,9 = 4 orang,
Tukang 16+2+1,6=19,6/10 = 2 orang,
Jumlah tenaga tersebut sudah merupakan jumlah tenaga maksimum, sehingga dalam pelaksanaan tidak harus dipenuhi semua, dengan melihat kondisi lapangan, bila tenaga sesuai dengan hitungan diatas waktu penyelesaiannya lebih dari 10 hari perlu ditinjau ulang. Bisa beberapa faktor penyebabnya, mungkin saja cara kerja tenaga tersebut lambat, mungkin tenaga tersebut belum ahli dibindangnya. Apabila menemukan kondisi seperti tersebut sebaiknya untuk tenaga pelaksananya di ganti saja.

Analisa Pasangan Pondasi Batu Kali

Pondasi batu kali terbagi menjadi dua macam, yaitu pondasi setempat dan menerus. Pondasi setempat diletakkan di sudut bangunan dan berfungsi sebagai elemen yang menerima beban kolom pada bangunan lantai satu. Sedangkan pondasi menerus adalah elemen yang menerima beban dari dinding yang kemudian diteruskan menyebar ke tanah.
Gambar Pondasi Batu Kali Setempat
Rumus perhitungan untuk mencari volume adalah:
Volume = 1/6 * h * (a * b + (a + c) * (b + d) + c * d)
Gambar Pondasi Batu Kali Menerus
Rumus perhitungan untuk mencari volume adalah:
Volume = ((a – b) * h + b * h) * L
Kebutuhan material pondasi batu kali sangat dipengaruhi perbandingan adukan semen. Berikut ini adalah mesin analisa untuk menghitung kebutuhan material dan upah tenaga.
Volume Pasangan Batu Kali :
m3 gunakan titik utk desimal
Perbandingan Adukan Portland Cement : Kapur : Pasir :



Upah Pekerjaan


Kepala Tukang : Rp
Tukang Batu : Rp
Pekerja : Rp
Mandor : Rp


sumber  :  perumahanmurahjogja

Pondasi adalah salah satu komponen penting dalam bangunan yang merupakan struktur penting dan berposisi distruktur paling bawah. dimana fungsinya untuk menerima beban bangunan dan beban bangunan tersebut diteruskan ke tanah dasar. Pondasi banyak jenisnya, penggunannya tergantung dari bangunan yang dibuat serta kontur tanah pada tempat itu.
Pada tulisan ini akan dibahas mengenai jenis pondasi pasangan batu kali, jenis pondasi pasangan batu kali ini biasanya dugunakan untuk konstruksi bangunan dengan 1 lantai. Dimana jenis bebannya  mulai dari dinding sampai dengan atap genting dengan kondisi tanahnya yang bagus.

A.  Komposisi Pasangan
  1. Urugan pasir pada bagian bawah pondasi dengan ketebalan 10 cm
  2. Pasangan batu aanstamping atau batu kosong dengan ketebalan 20 cm diatas urugan pasir tadi.
  3. Pasangan batu kali bentuk trapesium dengan campuran batu kali + pasir + semen PC, untuk tinggi pondasi 1 m sampai dengan 1,5 m tergantung dari kondisi tanah dan tekstur tanahnya.
  4. Lebar atas pondasi minimun 25 cm, dan lebar bawah tergantung ketinggian dari pondasi tersebut. Artinya makin tinggi pondasi makin lebar ukuran bagian bawah pondasi tersebut.
 B. Tahapan Dalam Pelaksanaan 
Pekerjaan Tanah
  1. Pembongkaran dan Pembersihan lokasi atau lapangan yang akan di gali misalkan pembuangan rumput atau tanah, sampah, bahan lainnya yang mengganggu, menebang pohon-pohon dan mencabut akarnya serta membuang keluar lokasi supaya di dalam pengerjaannya lancar.
  2. penggalian tanah untuk pondasi disesuai dengan ukuran yang ada dalam gambar kerja atau penggalian pondasi tersebut harus sampai pada tanah keras. Apabila diperlukan untuk memadatkan daya dukung yang baik, dasar galian harus dipadatkan atau ditumbuk.
  3. Jika galian melebihi batas kedalaman harus menimbun kembali dan dipadatkan sampai kepadatan yang maksimum.
  4. Hasil galian yang dipakai untuk penimbunan harus diangkat langsung ketempat yang direncanakan . Sedangkan hasil galian yang tidak dapat dipakai untuk penimbunan harus disingkirkan.
  5. Harga satuan pekerjaan harus sudah mencakup semua biaya pekerjaan-pekerjaan, pembersihan, sewa alat, penimbunan dan pembuangan hasil galian.
 Pekerjaan Pondasi
  1. Pondasi untuk bangunan yang digunakan adalah  pondasi batu kali yang memenuhi persyaratan teknisatau sesuai dengan kondisi di lapanagan.
  2. Pasangan pondasi adalah dari batu kali, dengan ukuran pondasi sesuai dengan gambar rencana pondasi.dengan  bagian  bawah  pondasi dipasang batu kosong atau aanstamping setebal 20 cm dengan sela- selanya disisi  pasir urug, disiram air sampai Penuh dan ditumbuk hingga padat dan rata.
  3. Celah–celah yang besar antara batu diisi dengan batu kecil yang cocok padatnya.
  4. Pasangan pondasi batu kali tidak saling bersentuhan  dan selalu  ada perekat diantaranya hinga rapat.
  5. Pada pasangan batu kali sudah harus disiapkan anker besi untuk kolom, kedalaman anker 30 cm harus dicor dan panjang besi yang muncul diatasnya minimal 75 cm.
C.  Perhitungan Pondasi Batu Kali
Untuk menghitung pondasi batu kali sangatlah mudah, misalkan total panjang pondasi batu kali 80 meter. Maka kia hitung luas penampang pondasi batu kali tersebut dengan cara sebagai berikut :
Rumus yang digunakan adalah (0,7 + 0,25)/2 x 0,7 = 0,33 m2,
Maka didapat volume pasangan pondasi = 0,33 m2 x 80 m = 26,4 m3.
Maka material yang dibutuhkan adalah :
Campuran 1 semen : 3 Pasir
1.  Batu kali = 26,4 m3 x 1,2 = 31,68 m3
2.  Semen = 26,4 m3 x 202 kg = 5332,8 kg (pc 40kg = 133,32 zak atau pc 50 kg = 106,656 zak). 
Campuran 1 semen : 4 Pasir
1.  Batu kali = 26,4 m3 x 1,2 = 31,68 m3
2.  Semen = 26,4 m3 x 163 kg = 4303,2 kg (pc 40 kg = 107,58 zak pc 50 kg = 86,064 zak).
Campuran 1 semen : 5 Pasir
1.  Batu kali = 26,4 m3 x 1,2 = 31,68 m3
2.  Semen = 26,4 m3 x 136 kg = 3590,4 kg (pc 40 kg = 89,76 zak, pc 50 kg = 71,808 zak).
Campuran 1 semen : 6 Pasir
1.  Batu kali = 26,4 m3 x 1,2 = 31,68 m3
2.  Semen = 26,4 m3 x 117 kg = 3088,8 kg (pc 40 kg = 77,22 zak, pc 50 kg = 61,776 zak).
Campuran 1 semen : 8 Pasir
1.  Batu kali = 26,4 m3 x 1,2 = 31,68 m3
2.  Semen = 26,4 m3 x 91 kg = 2402,4 kg (pc 40 kg = 60,06 zak, pc 50 kg = 48,048 zak )
Kebutuhan Tenaga
1.  Pekerja = 26,4 m3 x 1,5 = 39,6 OH
2.  Tukang = 26,4 m3 x 0,6 = 15,84 OH
3.  Kep.Tkg = 26,4 m3 x 0,06 = 1,59 OH
4.  Mandor = 26,4 m3 x 0,075= 1,98 OH
 
Dalam menyelesaikan pekerjaan pemasangan pondasi batu kali tersebut kita bisa menentukan lamanya waktu yang dibutuhkan serta jumlah tenaga yang dibutuhkan.Dan analisa tersebut kita bisa dijadikan sebagai  pedoman biaya untuk patokan harga borongan. Untuk merencanakan pelaksanaan membangun rumah pelaksanaannya menggunakan tenaga harian, maka kita dapat memperkirakan berapa jumlah pekerja dan tukang yg digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan bangunan rumah tersebut dalam waktu yg sudah ditentukan.

Contoh Perhitungan :
Misalkan dalam perhitungan analisa diatas tadi, untuk menyelesaikan pekerjaan pemasangan pondasi batu kali ditentukan waktu 10 hari kerja,
Maka pekerja yang dibutuhakan 39,4/10 = 3,9 = 4 orang,
Tukang 16+2+1,6=19,6/10 = 2 orang,
Jumlah tenaga tersebut sudah merupakan jumlah tenaga maksimum, sehingga dalam pelaksanaan tidak harus dipenuhi semua, dengan melihat kondisi lapangan, bila tenaga sesuai dengan hitungan diatas waktu penyelesaiannya lebih dari 10 hari perlu ditinjau ulang. Bisa beberapa faktor penyebabnya, mungkin saja cara kerja tenaga tersebut lambat, mungkin tenaga tersebut belum ahli dibindangnya. Apabila menemukan kondisi seperti tersebut sebaiknya untuk tenaga pelaksananya di ganti saja.

Analisa Pasangan Pondasi Batu Kali

Pondasi batu kali terbagi menjadi dua macam, yaitu pondasi setempat dan menerus. Pondasi setempat diletakkan di sudut bangunan dan berfungsi sebagai elemen yang menerima beban kolom pada bangunan lantai satu. Sedangkan pondasi menerus adalah elemen yang menerima beban dari dinding yang kemudian diteruskan menyebar ke tanah.
Gambar Pondasi Batu Kali Setempat
Rumus perhitungan untuk mencari volume adalah:
Volume = 1/6 * h * (a * b + (a + c) * (b + d) + c * d)
Gambar Pondasi Batu Kali Menerus
Rumus perhitungan untuk mencari volume adalah:
Volume = ((a – b) * h + b * h) * L
Kebutuhan material pondasi batu kali sangat dipengaruhi perbandingan adukan semen. Berikut ini adalah mesin analisa untuk menghitung kebutuhan material dan upah tenaga.
Volume Pasangan Batu Kali :
m3 gunakan titik utk desimal
Perbandingan Adukan Portland Cement : Kapur : Pasir :



Upah Pekerjaan


Kepala Tukang : Rp
Tukang Batu : Rp
Pekerja : Rp
Mandor : Rp


sumber  :  perumahanmurahjogja

Detail

Boring Pile

Detail

PERALATAN LABORATORIUM SIPIL

PERALATAN LABORATORIUM SIPIL - SOIL INVESTIGATION DAN LABORATORIUM SIPIL
Detail

Ijin Mendirikan Bangunan (IMB)

Untuk  mengurus IMB  RUMAH TINGGAL  dengan persyaratan sebagai berikut :

 

  1. Ukur planing ke DINAS TATA RUANG
  2. Lampirkan :
    • COPY  KTP PEMOHON
    • COPY  PBB
    • COPY SERTIPIKAT
    • NPWP
  3. Gambar Arsitektur yang di tanda tangani oleh perencana Arsitek/ SIBP sebanyak 8 set
  4. Gambar kontruksi bila di perluan ( bentangan 5 m)
  5. Rekomendasi Dinas  apabila daerah cagar budaya
Sedangkan untuk KANTOR persyaratannya :
  1. Advis planing  dan Blokplan dari TATA RUANG
  2. Melampirakan :
    • Copy KTP
    • Copy  PBB
    • Copy Sertifikat
    • Copy NPWP
  3. Gambar Arsitek SIBP
  4. Gambar Instalasi Listrik  SIBP
  5. Gambar Instalasi Alarm   SIBP
  6. Gambar perhitungan Konkruksi  dan Gambar SIBP
  7. Penyelidikan tanah / Sondir
  8. Direksi Pengawas

KELENGKAPAN PERSYARATAN
  1. Persyaratan surat izin peruntukan tanah
    • Mengisi formulir permohonan
    • Fotokopi KTP / akta badan hokum
    • Fotokopi sertifikat tanah/surat bukti kepemilikan hak atas tanah yang dimohon
    • Fotokopi tanda bukti lunas PBB
    • Rekomendasi dari Kantor Wilayah BPN
    • Proposal rancang bangun rencana pembangunan
    • Penjelasan rencana kota dari Sub Dinas Tata Kota
  2. Persyaratan surat persetujuan prinsip pembebasan lokasi/lahan
    • Mengisi formulir permohonan
    • Fotokopi KTP / akta pendirian perusahaan / yayasan / lainnya
    • Peta situasi 1:5000
    • Rekomendasi dari bank
    • Surat pernyataan kesanggupan
  3. Persyaratan keterangan rencana kota dan rencana tata letak bangunan
    • Mengisi formulir permohonan
    • Fotokopi KTP / akta pendirian perusahaan / yayasan / lainnya
    • Peta situasi 1:5000
    • Rekomendasi dari bank
    • Surat pernyataan kesanggupan
  4. Persyaratan keterangan rencana kota dan rencana tata letak bangunan
    • Mengisi formulir kesanggupan
    • Fotokopi KTP/badan usaha
    • Fotokopi tanda bukti lunas PBB
    • Fotokopi sertifikat / tanda bukti kepemilikan hak atas tanah
    • Jika luas tanah lebih dari 5000m2 dilengkapi dengan surat pendaftaran tanah dari BPN dan surat izin penunjukan penggunaan tanah dari Gubernur DIY
    • Persyaratan teknis lainnya antara lain peta dasar skala 1:1000,peruntukan rencana kota, garis sempadan bangunan, garis sempadan jalan, tipe bangunan, tinggi bangunan, koefisien lantai bangunan, koefisien dasar bangunan, gambar rencana letak tata bangunan dan perpetakan.
    • Lama proses pengukuran situasi adalah 7 hari, keterangan rencana kota 4 hari, dan rencana tata letak bangunan selama 4 hari.
  5. Pesyaratan izin penggunaan bangunan
    • Pelaksanaan bangunan sesuai dengan prasyarat yang ada di IMB
    • Dilaksanakan oleh ahli, kecuali untuk rumah tinggal
    • Untuk bangunan rumah tinggal dilampiri dengan hasil pemeriksaan dari pengawas lapangan dan fotokopi IMB
  6. Persyaratan kelayakan menggunakan bangunan
    • Fotokopi KTP pemohon
    • Fotokopi IMB/IPB/KMB
    • Fotokopi bukti kepemilikan tanah
    • Gambar arsitektur sesuai pelaksanaan lapangan
    • Foto bangunan sesuai keadaan lapangan
  7. Persyaratan yang harus dipenuhi untuk pengurusan IMB
    • Mengisi 2 (dua) lembar formulir a/n pemohon
    • Melampirkan 2 (dua) lembar fotokopi KTP
    • Melampirkan 2 (dua) rangkap fotokopi sertifikat tanah, surat bukti yang disahkan kelurahan/surat keterangan dari notaries
    • Melampirkan 2 (dua) lembar gambar rencana bangunan
Sebelum mengajukan IMB, dilakukan pengukuran dan pembuatan surat ukur dengan syarat sebagai berikut.
  1. Mengisi formulir permohonan
  2. Fotokopi KTP, KK, bukti kewarganegaraan, dan surat pernyataan ganti nama
  3. Surat kuasa dan KTP penerima kuasa
  4. Fotokopi bukti pelunasan PBB tahun berjalan
  5. Bukti pelunasan BPHTb dan PPH/SSP
  6. Fotokopi atas hak berupa:
    • Girik letter C (untuk tanah bekas milik adat)
    • Surat garapan, rekomendasi lurah dan camat, kartu sewa, kartu kapling (untuk tanah negara)
  7. Surat-surat bukti peralihan berupa akta jual beli, hibah, tukar-menukar, risalah lelang dari Kantor Lelang Negara bilamana bidang tanah tersebut karena lelang, pembagian karena warisan, surat keterangan waris (yang dibenarkan oleh lurah dan dikuatkan oleh camat atau berdasarkan ketetapan pengadilan), serta bukti-bukti peralihan pemilik tanah sebelumnya s/d pemilik saat ini)
  8. Surat-surat bukti peralihan/perolehan hak berupa akta pemindahan hak, tukar-menukar, risalah lelang dari Kantor Lelang Negara bilamana bidang tanah tersebut karena lelang, pembagian karena warisan, surat keterangan waris (yang dibenarkan oleh lurah dan dikuatkan oleh camat atau berdasarkan ketetapan pengadilan) termasuk bukti-bukti peralihan pemilik tanah sebelumnya untuk tanah negara.
  9. Surat keterangan riwayat tanah dibuat oleh lurah untuk tanah bekas milik adat.
  10. Surat pernyataan yang diketahui oleh lurah bahwa tanah yang dimohonkan tidak dalam keadaan sengketa, tidak dijaminkan, belum pernah dialihkan kepada pihak lain dan belum pernah diterbitkan sertifikat (untuk tanah bekas milik adat).
  11. Surat pernyataan permohonan (di atas meterai Rp 3000) bahwa bidang tanah tersebut telah dipasang tugu/patok batas, tidak dalam keadaan sengketa, tidak dijaminkan, dan belum pernah diterbitkan sertifikat.
TARIF RETRIBUSI
Rumus untuk menghitung biaya pembuatan IMB sebagai berikut :
Biaya IMB = Luas x TJB x TPJ x 1%
Keterangan :
Luas    =  Luas bangunan yang akan didirikan
TJB    = Tarif Jenis Bangunan sesuai perda (table tarif retribusi IMB)
TPJ    = Tingkat Penggunaan Jasa adalah perkalian dari beberapa faktor koefisien, yaitu :
  • Koefisien kelas jalan
  • Koefisien status bangunan
  • Koefisien tingkat bangunan
  • Koefisien guna bangunan
  • Koefisien kelas bangunan

Untuk  mengurus IMB  RUMAH TINGGAL  dengan persyaratan sebagai berikut :

 

  1. Ukur planing ke DINAS TATA RUANG
  2. Lampirkan :
    • COPY  KTP PEMOHON
    • COPY  PBB
    • COPY SERTIPIKAT
    • NPWP
  3. Gambar Arsitektur yang di tanda tangani oleh perencana Arsitek/ SIBP sebanyak 8 set
  4. Gambar kontruksi bila di perluan ( bentangan 5 m)
  5. Rekomendasi Dinas  apabila daerah cagar budaya
Sedangkan untuk KANTOR persyaratannya :
  1. Advis planing  dan Blokplan dari TATA RUANG
  2. Melampirakan :
    • Copy KTP
    • Copy  PBB
    • Copy Sertifikat
    • Copy NPWP
  3. Gambar Arsitek SIBP
  4. Gambar Instalasi Listrik  SIBP
  5. Gambar Instalasi Alarm   SIBP
  6. Gambar perhitungan Konkruksi  dan Gambar SIBP
  7. Penyelidikan tanah / Sondir
  8. Direksi Pengawas

KELENGKAPAN PERSYARATAN
  1. Persyaratan surat izin peruntukan tanah
    • Mengisi formulir permohonan
    • Fotokopi KTP / akta badan hokum
    • Fotokopi sertifikat tanah/surat bukti kepemilikan hak atas tanah yang dimohon
    • Fotokopi tanda bukti lunas PBB
    • Rekomendasi dari Kantor Wilayah BPN
    • Proposal rancang bangun rencana pembangunan
    • Penjelasan rencana kota dari Sub Dinas Tata Kota
  2. Persyaratan surat persetujuan prinsip pembebasan lokasi/lahan
    • Mengisi formulir permohonan
    • Fotokopi KTP / akta pendirian perusahaan / yayasan / lainnya
    • Peta situasi 1:5000
    • Rekomendasi dari bank
    • Surat pernyataan kesanggupan
  3. Persyaratan keterangan rencana kota dan rencana tata letak bangunan
    • Mengisi formulir permohonan
    • Fotokopi KTP / akta pendirian perusahaan / yayasan / lainnya
    • Peta situasi 1:5000
    • Rekomendasi dari bank
    • Surat pernyataan kesanggupan
  4. Persyaratan keterangan rencana kota dan rencana tata letak bangunan
    • Mengisi formulir kesanggupan
    • Fotokopi KTP/badan usaha
    • Fotokopi tanda bukti lunas PBB
    • Fotokopi sertifikat / tanda bukti kepemilikan hak atas tanah
    • Jika luas tanah lebih dari 5000m2 dilengkapi dengan surat pendaftaran tanah dari BPN dan surat izin penunjukan penggunaan tanah dari Gubernur DIY
    • Persyaratan teknis lainnya antara lain peta dasar skala 1:1000,peruntukan rencana kota, garis sempadan bangunan, garis sempadan jalan, tipe bangunan, tinggi bangunan, koefisien lantai bangunan, koefisien dasar bangunan, gambar rencana letak tata bangunan dan perpetakan.
    • Lama proses pengukuran situasi adalah 7 hari, keterangan rencana kota 4 hari, dan rencana tata letak bangunan selama 4 hari.
  5. Pesyaratan izin penggunaan bangunan
    • Pelaksanaan bangunan sesuai dengan prasyarat yang ada di IMB
    • Dilaksanakan oleh ahli, kecuali untuk rumah tinggal
    • Untuk bangunan rumah tinggal dilampiri dengan hasil pemeriksaan dari pengawas lapangan dan fotokopi IMB
  6. Persyaratan kelayakan menggunakan bangunan
    • Fotokopi KTP pemohon
    • Fotokopi IMB/IPB/KMB
    • Fotokopi bukti kepemilikan tanah
    • Gambar arsitektur sesuai pelaksanaan lapangan
    • Foto bangunan sesuai keadaan lapangan
  7. Persyaratan yang harus dipenuhi untuk pengurusan IMB
    • Mengisi 2 (dua) lembar formulir a/n pemohon
    • Melampirkan 2 (dua) lembar fotokopi KTP
    • Melampirkan 2 (dua) rangkap fotokopi sertifikat tanah, surat bukti yang disahkan kelurahan/surat keterangan dari notaries
    • Melampirkan 2 (dua) lembar gambar rencana bangunan
Sebelum mengajukan IMB, dilakukan pengukuran dan pembuatan surat ukur dengan syarat sebagai berikut.
  1. Mengisi formulir permohonan
  2. Fotokopi KTP, KK, bukti kewarganegaraan, dan surat pernyataan ganti nama
  3. Surat kuasa dan KTP penerima kuasa
  4. Fotokopi bukti pelunasan PBB tahun berjalan
  5. Bukti pelunasan BPHTb dan PPH/SSP
  6. Fotokopi atas hak berupa:
    • Girik letter C (untuk tanah bekas milik adat)
    • Surat garapan, rekomendasi lurah dan camat, kartu sewa, kartu kapling (untuk tanah negara)
  7. Surat-surat bukti peralihan berupa akta jual beli, hibah, tukar-menukar, risalah lelang dari Kantor Lelang Negara bilamana bidang tanah tersebut karena lelang, pembagian karena warisan, surat keterangan waris (yang dibenarkan oleh lurah dan dikuatkan oleh camat atau berdasarkan ketetapan pengadilan), serta bukti-bukti peralihan pemilik tanah sebelumnya s/d pemilik saat ini)
  8. Surat-surat bukti peralihan/perolehan hak berupa akta pemindahan hak, tukar-menukar, risalah lelang dari Kantor Lelang Negara bilamana bidang tanah tersebut karena lelang, pembagian karena warisan, surat keterangan waris (yang dibenarkan oleh lurah dan dikuatkan oleh camat atau berdasarkan ketetapan pengadilan) termasuk bukti-bukti peralihan pemilik tanah sebelumnya untuk tanah negara.
  9. Surat keterangan riwayat tanah dibuat oleh lurah untuk tanah bekas milik adat.
  10. Surat pernyataan yang diketahui oleh lurah bahwa tanah yang dimohonkan tidak dalam keadaan sengketa, tidak dijaminkan, belum pernah dialihkan kepada pihak lain dan belum pernah diterbitkan sertifikat (untuk tanah bekas milik adat).
  11. Surat pernyataan permohonan (di atas meterai Rp 3000) bahwa bidang tanah tersebut telah dipasang tugu/patok batas, tidak dalam keadaan sengketa, tidak dijaminkan, dan belum pernah diterbitkan sertifikat.
TARIF RETRIBUSI
Rumus untuk menghitung biaya pembuatan IMB sebagai berikut :
Biaya IMB = Luas x TJB x TPJ x 1%
Keterangan :
Luas    =  Luas bangunan yang akan didirikan
TJB    = Tarif Jenis Bangunan sesuai perda (table tarif retribusi IMB)
TPJ    = Tingkat Penggunaan Jasa adalah perkalian dari beberapa faktor koefisien, yaitu :
  • Koefisien kelas jalan
  • Koefisien status bangunan
  • Koefisien tingkat bangunan
  • Koefisien guna bangunan
  • Koefisien kelas bangunan
Detail

Bored pile

Bored pile digunakan Ketika penggantian tanah daripada metode perpindahan tanah pilling diperlukan Dan Juga Ketika ada kebutuhan untuk meminimalkan getaran. Mereka tidak cocok di mana tingkat air tanah di sisi Saldo tinggi.
Aplikasi terbaik untuk tanah kohesif. Pembaca harus mengacu pada BS8004 untuk pembangunan bored pile.
Keuntungan dari bosan tumpukan tumpukan Apakah itu hanya satu perlu bosan pada suatu waktu. OLEH KARENA ITU Ketika bekerja dekat dengan yayasan hanya panjang pendek pondasi harus terkena resiko apapun Sekaligus Given.
Hal ini Juga Mudah Mengatasi obstruksi tanah dibandingkan dengan lembar pilling atau dinding diafragma. Juga tumpukan bosan yang Mampu menembus bahan batuan dasar cukup keras Mudah lebih dari metode lain.
sumber : http://afcsc.com.ph/index.php?pid=39
Bored pile digunakan Ketika penggantian tanah daripada metode perpindahan tanah pilling diperlukan Dan Juga Ketika ada kebutuhan untuk meminimalkan getaran. Mereka tidak cocok di mana tingkat air tanah di sisi Saldo tinggi.
Aplikasi terbaik untuk tanah kohesif. Pembaca harus mengacu pada BS8004 untuk pembangunan bored pile.
Keuntungan dari bosan tumpukan tumpukan Apakah itu hanya satu perlu bosan pada suatu waktu. OLEH KARENA ITU Ketika bekerja dekat dengan yayasan hanya panjang pendek pondasi harus terkena resiko apapun Sekaligus Given.
Hal ini Juga Mudah Mengatasi obstruksi tanah dibandingkan dengan lembar pilling atau dinding diafragma. Juga tumpukan bosan yang Mampu menembus bahan batuan dasar cukup keras Mudah lebih dari metode lain.
sumber : http://afcsc.com.ph/index.php?pid=39
Detail

Komentar Anda

BuyBlogReviews.com

Subscribe in Bloglines

Add to Google Reader or Homepage

Construction Bid Software
Construction bid software is a software development company specializing in insurance repair bid software. If you need construction bid software for an insurance claim then you have found the right software program. Construction bid software is free
Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Bored Pile Deh Ada Disini - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template supported super blog pedia
Proudly powered by Blogger