JASA BOR PILE STRAUSS

JASA BOR PILE STRAUSS

Pelaksanaan Bor Pile

Pelaksanaan Bor Pile : Selengkapnya silakan download disini

Warning: segala konten yang terdapat dalam tulisan ini merupakan pengalaman pribadi penulis berdasar pengamatan langsung dan penuturan dari beberapa pihak kompeten, kesalahpahaman ataupun kesalahan pelaksanaan Bor Pile dikarenakan mengacu pada tulisan ini bukanlah merupakan tanggung jawab penulis. So, just for information! Pengalaman bukanlah ilmu, setiap orang punya pengalaman dan pengalamannya itu hanyalah cocok untuk diri masing2!

Tentang Bor Pile

Bor pile merupakan salah satu jenis pondasi dalam yang memanfaatkan daya dukung tanah (N Bearing) dan gaya gesekan antara tanah dengan beton (friction). Bor pile banyak digunakan terutama di daerah yang sensitive terhadap getaran sehingga pengguna’an tiang pancang tidak dimungkinkan. Diameter bor pile bervariasi, umumnya disesuaikan dengan perhitungan konsultan dan ketersediaan casing di Indonesia.

Prosedur Pelaksaanan Bor Pile

Bor Pile umumnya dilaksanakan setelah proses testing tanah (sondir dan boring) selesai. Testing tanah ini nantinya akan dijadikan dasar dari pelaksanaan Bor Pile. Laporan sondir dan Boring akan menunjukkan di kedalaman mana boring untuk pekerjaan bor pile akan dihentikan. Sondir dan Boring juga akan memberikan informasi pada tekstur tanah seperti apa pengeboran Bor Pile akan dihentikan. Contoh tanah keras yang didapat dari sondir dan boring akan dibandingkan dengan tanah hasil pengeboran bor pile, jika tanah yang didapat memiliki rupa yang sudah sama, maka pengeboran dihentikan. Prosedur pelaksanaan Bor Pile dapat dilihat seperti di bawah ini:

1. Survey Titik-titik Bor Pile
2. Pekerjaan Pembesian Bor pile, pembesian Bor pile dilakukan di di site project dirakit sesuai dengan shop drawing yang telah diberikan konsultan. Beton decking yang digunakan setebal 75mm sesuai dengan SNI 03-2847-2002 tentang beton yang berhubungan langsung dengan tanah. Hal yang perlu diperhatikan dalam pekerjaan pembesian adalah kualitas kawat bendrat dan kekuatannya. Perlu diingat bahwa besi yang berat ini nantinya akan di angkat oleh crane untuk kemudian dimasukkan ke lubang bor pile yang telah tersedia. Untuk itu, sengkang pada ujung rakitan besi bor pile harus di double kalau perlu di triple dan disambung menggunakan sambungan las untuk menjamin kekuatannya ketika di angkat.

3. Pendatangan alat2 yang dibutuhkan ke site project: mobile crane dengan roda besi mirip roda excavator, alat bor dengan mata auger yang bisa diganti dengan bucket, bucket cor, pipa tremi, pelat baja, dll.
4. Perakitan alat2 kerja, banyak alat berat yang didatangkan ke lapangan berupa
potongan2 kecil yang kemudian harus dirangkai di lapangan. Termasuk perakitan alat kerja adalah persiapan alat untuk dapat digunakan dalam pelaksanaan pengeboran, casing perlu disambung dengan tulangan baja kira2 D25 atau lebih besar yang akan dijadikan sebagai kupingan (support) agar casing tidak jatuh ke dasar lubang bor pile. Casing bor pile ini memiliki panjang sekitar 8 m. Pemasangan casing juga tidak harus
sedalam lubang bor, hal ini tergantung pada kondisi tanah, penggunaan bentonite, dll.

Kupingan







Gambar 1. Casing Bor Pile



5. Proses pengeboran: pertama tama, alat berat di arahkan menuju titik yang telah di survey sebelumnya. Alat berat dengan mata auger mulai beraksi merusak tanah yang ada di bawahnya. Pada kedalaman tertentu (biasanya 0.5 – 1 meter), auger diangkat untuk kemudian diganti dengan bucket. Bucket ini berfungsi sebagai tempat penampungan tanah yang telah dirusak auger. Hal ini dilakukan berulangkali hingga tercapai kedalaman yang diinginkan. Kedalaman yang diinginkan tercapai ketika tanah yang didapat sama dengan hasil bor log. Ketika tanah ini telah tercapai, pengeboran
diteruskan kira2 50 cm untuk mengantisipasi ketidak eksakan tanah.

















Gambar 2. Alat Bor dan Auger

6. Langkah selanjutnya adalah pembersihan lubang bor. Lubang bor dibersihkan dari endapan lumpur yang terdapat di dasar lubang. Hal yang perlu diwaspadai adalah ketika kita menjumpai lapisan tanah berpasir. Lapisan tanah pasir sangat berpotensi terjadi kelongsoran. Kelongsoran dapat mengakibatkan 2 hal: pertama, beton yang dibutuhkan untuk bor pile akan semakin membengkak dari kebutuhan teoritis, kedua, sangat mungkin terjadi layer pasir dalam beton bor pile dan ketika ini terjadi, bor pile kita dipastikan gagal.
7. Berikutnya adalah memasukkan besi beton kedalam lubang bor pile yang telah siap. Besi beton ini diangkat oleh crane. Terkadang besi beton yang dibutuhkan melebihi 14 meter sehingga diperlukan proses penyambungan. Penyambungan besi beton pada bor pile umumnya menggunakan sambungan las. Ada beberapa orang berpendapat bahwa besi bor pile tidak perlu hingga dasar lubang bor. Artinya ketika saya memiliki lubang bor kedalaman 25 meter, besi beton nya tidak perlu 25 meter juga melainkan hanya cukup
12 meter atau lebih besar lagi. Hal ini didasarkan pada asumsi bahwa di lapisan tanah
bagian bawah, bor pile telah benar benar terjepit dan tidak perlu besi. Namun, peraturan pemerintah DKI (untuk daerah lain saya kurang tahu) ternyata memiliki aturan baru. Aturan tersebut mengharuskan semua bor pile harus ditulangi sampai dasar. Hal ini untuk mengantisipasi gaya gempa pada lapisan tanah bagian bawah. Meski demikian, tetap ada saja pihak2 yang meragukan adanya gaya gempa sebesar itu. Jika gempa sebesar itu terjadi, toh struktur atasnya juga sudah tidak dapat diperbaiki lagi.
Lalu untuk apa buang2 duit untuk besi yang ditanam di dalam bor pile?




30-50 cm







Casing

30-50 cm







Casing






Tanah Keras Tanah Keras







50 cm

50 cm


Gambar 3. Bor Pile dengan besi beton full depht Gambar 4. Bor Pile dengan besi beton non full depht

8. Langkah berikutnya adalah pengecoran. Pengecoran bor pile idealnya adalah menerus (tanpa putus) mirip dengan mass concrete. Hal ini dikarenakan ketika pengecoran berhenti, resiko longsor lebih besar, ketika terjadi longsor, akan sangat dimungkinkan terjadi layer lumpur di dalam beton yang artinya beton kita akan gagal. Selain itu, jika pengecoran berhenti dalam waktu yang cukup lama, beton di bawah akan mengalamai setting time, mengeras, tremi tidak dapat dicabut, casing susah ditarik, dan banyak lagi masalah yang ditimbulkan oleh beton yang telah setting. Pengecoran beton bor pile menggunakan beton mutu rendah. K300 atau f’c 25 sudah cukup. Bahkan bila ada bisa menggunakan K175. Hal ini didasarkan pada kekerasan lapisan tanah yang dijadikan tumpuan bor pile, bila dikonversikan tidak lebih besar dari K175, hal ini berarti ketika terjadi kegagalan struktur pondasi, yang hancur duluan sudah dipastikan tanah nya terlebih dahulu. (hal ini berdasarkan penuturan seorang insinyur yang telah berpengalaman). Yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah slump. Slump untuk bor pile harus tinggi sekitar 17-22 cm. Hal ini dikarenakan pengecoran bor pile langsung menggunakan tremi sehingga beton diharapkan memiliki flow yang tinggi. Dalam proses pengecoran bor pile, pipa tremi harus menempel dengan tanah, kemudian pipa tremi harus tetap tenggelam di dalam beton. Lumpur dan endapan lain beserta air, akan terdorong dengan sendirinya keatas karena berat sendiri beton yang besar. Walaupun demikian, tinggi endapan tidak boleh melebihi 50 cm karena ditakutkan beton tidak mampu mendorong lumpur yang sangat tebal. Selama proses pengecoran ini tremi digunakan sebagai alat perojok raksasa beton di dalam lubang bor pile. Pipa tremi di naik turunkan oleh operator crane dengan sengaja namun pipa tetap tenggelam di dalam beton. Setelah beton cukup tinggi dan tidak mampu mendorong lumpur lagi
keatas, maka dilakukan pemotongan pipa tremi secara bertahap.







30-50 cm







Casing

Tremi dinaik turunkan selama pengecoran
30-50 cm







Casing







Endapan lumpur



Tanah Keras

Endapan lumpur


Beton Segar



Tanah Keras






Gambar 5. Proses Pengecoran Bor Pile



9. Pengecoran diusahakan dilaksanakan hingga beton meluber, artinya semua lumpur telah didorong keluar oleh beton. Oleh karena itu, ketika meng order beton untuk bor pile janganlah mengandalkan hitungan teoritis volume bor pile, namun, lebihkan ketika mengorder. Lebihan order tergantung oleh jenis tanah ditempat proyek yang bersangkutan. Tanah berpasir sangat rawan membuat bengkak kebutuhan beton kita.
10. Setelah beton meluber, maka langkah selanjutnya adalah menarik casing. Masalah sering terjadi ketika menarik casing ini, beton biasanya sudah sangat keras dan satu crane tidak kuat untuk mengangkatnya. Terkadang kawat crane bahkan terputus. Biasanya crane dibantu juga oleh alat bor untuk kerja sama mengangkut casing.




Hal-hal kritis dan berbahaya dalam bor piled (jika hal ini tidak diperhatikan, maka bor pile kita bisa gatot alias gagal total):

1. Akses menuju titik bor pile, jangan anda pikir crane yang beroda seperti tank kuat dan mampu membabat lahan berlumpur, crane seringkali terjebak lumpur dan tidak bisa bergerak. Selain itu, hati hatilah dalam proses pengecoran, truck mixer rata2 membawa beton sekitar 5 – 8 kubik per truck mixer, namun kini karena kebutuhan pengecoran yang semakin banyak, salah satu pengedia beton readymix juga membekali personilnya dengan truck muatan 10 kubik, hal ini tentu sangatlah berat. Truck mixer bisa terjebak di lumpur. Pengalaman kontraktor, ketika satu truck mixer sudah terjebak, batching plant tidak mau mengirim lagi beton readymix nya, jikalau mau, jeda antara truck satu dan berikutnya pastilah lama.
2. Titik pemberhentian ngebor bor pile haruslah tepat 50 cm di dalam tanah keras, jika tidak maka bor pile kita akan dipastikan gagal, penurunan melebihi 1 cm, bor pile sudah dianggap gagal, hal ini tidak berlaku untuk bor pile dengan friction (secara praktis, kedalaman bor pile <30 jarang memasukkan friction).
3. Jangan mulai ngecor apabila endapan di dalam lubang bor pile lebih besar dari pada 60
cm. Endapan yang tinggi memungkinkan beton tidak sanggup mendorong lumpur ke atas. Oleh karena itu, proses cleaning menjadi sangat penting sebelum proses pengecoran dimulai.
4. Pemotongan pipa tremi harus berhati hati agar pipa tremi tersebut tetap tenggelam.
Jika pipa tremi sempat terangkat sedikit saja, maka sangat dimungkinkan terjadi lapisan lumpur di dalam beton bor pile kita.



Selengkapnya silakan download disini

Tambah Like

WHOS.AMUNG.US